Minyak Bumi BUKAN Berasal dari Fosil; Rekayasa Kelangkaan Sumber Minyak

Ads by Google
Live It Now! - Cerita dan Berita

Selama ini, kita didoktrin dengan sebuah pernyataan bahwa minyak bumi berasal dari fosil makhluk hidup. Dengan begitu, minyak bumi dikategorikan sebagai sumber energi yang tidak-terbarukan. Adalah Mikhajlo V. Lomonosov seorang cendekiawan asal Rusia yang mengajukan hipotesis ini.

Berdasarkan Hipotesis ini, minyak bumi terbentuk sangat lambat oleh sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang telah mati selama jutaan tahun terkubur dan mengalami tekanan dan suhu yang luar biasa.

Berapa lama lagi pasokan minyak bumi dunia bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat?
Konsekuensi dari hipotesis "bahan bakar fosil" tentunya menyisakan pertanyaan-pertanyaan seperti itu.

Menurut National Geographic, jumlah minyak mentah yang tersisa di bumi sekitar 1,2 triliun barrel. Berdasarkan gambaran konsumsi saat ini, 1,2 triliun tersebut akan habis dalam 44 tahun.

Benarkah secepat itu minyak bumi akan habis? Ataukah ini hanya isu-isu yang sengaja dihembuskan untuk melambungkan harga "emas hitam" ini?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita harus meninjau ulang hipotesis biogenik Losomonov yang dibuat hampir 250 tahun lalu itu. Dan inilah fakta-fakta bahwa minyak bumi bukan berasal dari fosil dan merupakan sumber energi yang terbarukan.

1. Sanggahan dan Percobaan dari Para Ilmuwan

Pada abad ke-19, seorang naturalis dan geolog Jerman ternama, Alexander Von Humboldt dan ahli kimia termodenamik Perancis, Louis Joseph Gay-Lussac menolak teori Lomonosov. Kemudian mereka mengajukan dalil alternatif bahwa minyak bumi merupakan materi primordial (purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada hubungannya dengan materi biologis dari permukaan bumi.

Pakar kimia Perancis, Marcellin Berthelot adalah orang pertama yang melakukan percobaan yang membuktikan bahwa minyak bumi dapat dihasilkan dengan melarutkan baja dengan asam kuat tanpa melibatkan molekul atau proses biologis.

Akhir abad ke-19, ahli kimia Rusia, Dmitri Mendeleev juga menguji dan menolak hipotesis Lomonosov ini. Mendeleev membuat hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut "patahan dalam" (deep fault) tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.

Pada 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, seorang geolog asal Rusia, Nikolai A. Kudryavtsev mengajukan teori asal-usul  minyak bumi abiotik atau abiogenik setelah menganalisis hipotesis Lomonosov yang terbukti salah.

Kudryavtsev mendapat dukungan dari para ilmuwan barat seperti Thomas Gold dan Dr. JF. Kenney. Kenney bersama ilmuwan Rusia lainnya berhasil membangun reaktor dan membuktikan minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah di kerak bumi.

Baru-baru ini, para peneliti dari Royal Institute of Technology di Stockholm, Swedia, berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil hewan dan tumbuhan tidak diperlukan untuk menghasilkan minyak mentah. Temuan ini sangat berarti karena di satu sisi akan memudahkan menemukan sumber-sumber energi, di sisi lain energi ini dapat ditemukan di seluruh dunia.

Bersama dengan koleganya, Vladimir Kutcherov, profesor yang memimpin riset ini, telah melakukan simulasi suatu proses yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara alami di lapisan dalam bumi, proses yang menghasilkan hidrokarbon, komponen utama dalam minyak dan gas alam. Menurut Kutcherov, penemuan ini mengindikasikan dengan jelas bahwa pasokan minyak bumi tidak akan habis.

Kutcherov pun mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat dari air, kalsium karbonat dan zat besi. Ini membuktikan bahwa minyak bumi merupakan sumber energi berkelanjutan dan terbaharukan.

Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi dimungkinkan lewat proses yang disebutFischer-Tropsch, reaksi kimia yang mengubah campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses ini dikembangkan dan dipatenkan pada tahun 1920, kemudian digunakan selama Perang Dunia II  oleh Jerman dan Jepang. Proses ini pun menjadi dasar penciptaan bahan bakar jet yang dibuat dari air di AS, seperti dilaporkan majalah Wired (9/9/09).

2. Cadangan Minyak di Pulau Eugene Terisi Kembali


Pulau Eugene merupakan ladang minyak di Teluk Meksiko. Ladang minyak ini ditemukan pada 1973 dan  mulai memproduksi sekitar 15.000 barel per hari. Pada 1989, aliran minyaknya berkurang menjadi 4.000 barel per hari. Tetapi tanpa alasan logis apapun, secara tiba-tiba produksinya meningkat menjadi 13.000 barel. Selain itu, taksiran cadangan meroket 60-400 juta barel.

Para peneliti menemukan ketika mereka menganalisis ladang minyak dengan selang waktu pencitraan 3-D seismik bahwa minyak memancar dalam dari sumber yang lebih dalam yang sebelumnya tidak diketahui dan bermigrasi naik melalui celah bebatuan untuk mengisi pasokan yang ada.

Sumber minyak dari suatu kedalaman di Pulau Eugene sangat mendukung teori Thomas Gold yang ditulis dalam bukunya The Deep Hot Biosphere. Gold menetapkan, “Minyak bumi sebenarnya adalah aliran primordial terbarukan yang terus-menerus diproduksi oleh bumi dalam kondisi panas dan tekanan yang luar biasa. Ketika zat ini bermigrasi ke permukaan, ia diserbu oleh bakteri, sehingga minyak bumi tampak seperti memiliki asal usul organik dari zaman dinosaurus.“

Keberadaan ladang minyak yang bisa memperbaharui pasokan sendiri menghancurkan mitos teori asal usul minyak. Jika minyak memang benar-benar berasal dari zat anorganik alami maka bagaimana bisa dikatakan minyak adalah energi tak terbarukan?

Konspirasi Kebohongan tentang Kelangkaan Sumber Minyak


Perusahaan pengeboran minyak raksasa Chevron dan Texaco, mereka mendapat memo untuk sengaja menciptakan kelangkaan minyak dengan membatasi kapsitas produksi dengan menutup kilang minyak tertentu dengan alasan minyak telah habis di sumber tersebut. Ini adalah upaya lobi nasional yang dipimpin oleh American Petroleum Institute untuk mendorong perusahaan-perusahaan kilang minyak untuk melakukan hal ini.

Sebuah memo internal kepada Chevron menyatakan, “Seorang analis energi senior di konvensi API baru-baru ini memperingatkan bahwa meskipun industri minyak AS tidak mengurangi kapasitas penyulingan hal ini tidak akan menimbulkan peningkatan substansial dalam margin kilang.”

Memo ini semakin memperjelas bahwa gagasan untuk pengurangan dalam kapasitas penyulingan dan pembatasan dalam membuka kilang baru tidak datang dari organisasi lingkungan, seperti yang dikatan oleh para produsen minyak, tetapi melalui kebijakan yang disengaja dari mereka sendiri.

Sumber minyak bumi yang dinyatakan dari fosil mahluk hidup adalah kebohongan besar untuk menciptakan kelangkaan buatan dan mengendalikan harga . Sementara itu, teknologi bahan bakar alternatif yang telah ada selama beberapa dekade juga sengaja ditekan pengembangannya.

Mungkin bagi sangkaan orang awam, keuntungan penjualan minyak akan dinikmati oleh negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Libya dan Indonesia. Namun kenyataannya meskipun ladang produksi minyaknya ada di Arab Saudi dll, namun sebagian besar perusahaan penambang dan pengolah minyaknya dimiliki oleh perusahaan asing, Rockefeller beserta kolega-koleganya.


Di Indonesia sendiri, 90% perusahaan minyak yang ada dimiliki oleh perusahaan asing. Maka jangan heran sebagai salah satu negara penghasil minyak, tidak ada sedikitpun jejak keuntungan besar yang diraup oleh negara ini. Belum lagi dana yang ada pun habis terkorupsi, dana ini, dana itu, tidak jelas kemana larinya.

Hari ini kita dianjurkan habis-habisan oleh pemerintah untuk menghemat energi BBM, demi menyisakan energi dari minyak untuk anak cucu kita. Jika memang minyak benar-benar akan habis dalam beberapa puluh tahun lagi, mengapa sekarang cadangan minyak terus meningkat dan produksinya kian meroket?

Bukti ilmiah juga sangat bertentangan dengan keterbatasan suplai minyak, baru-baru ini diperbarui dalam paper Ilmiah yang dimuat Dalam ‘Energia’ menunjukkan bahwa minyak adalah zat abiotik, dan bukanlah produk yang berasal dari materi biologis yang mengalami pembusukan berjuta-juta tahun lalu. Minyak, bukan sumber daya non-terbarukan seperti batubara dan gas alam yang bisa terisi kembali dari sumber dalam perut bumi.

Rusia berhasil membuktikan kalau minyak bumi ternyata bukan dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan magma lebih di kedalaman lebih dari 30,000 kaki dan tidak ditemukan lapisan organik.

Tidak kebetulan kemudian bahwa Rusia, yang memelopori penelitian ini kemudian melakukan serangkaian proyek penggalian minyak bumi dengan kedalaman yang lebih jauh lagi 30.000 meter.

Dengan fakta-fakta yang ada, terbukti bahwa kita dan seluruh generasi penerus bangsa telah dibutakan terhadap kenyataan bahwa minyak bumi merupakan sumber energi yang tak-terbarukan. Dan muncul pertanyaan bagaimana sikap pemerintah dalam menanggapi kasus ini? Apakah mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?

Dengan kewenangan pemerintah saat ini untuk menaikkan harga BBM sewaktu-waktu, apakah menaikkan harga BBM diperlukan?

Dirangkum dari: http://hati.unit.itb.ac.id/?p=417

{ 39 comments... read them below or add one }

adsloko said...

wah kalo memang benar minyak bisa diperbaharui mengapa kita ngebor minyak ya....? yang ternyata dapat kita buat secara sintetis!

Apa berita ini bisa dipercaya?!!!

Rouen said...

IMHO: karena tentu saja lebih mudah mengambilnya langsung dari alam daripada membuatnya dengan melalui berbagai proses kimia

Kalau ditanya benar tidaknya berita ini saya merasa tidak pantas menjawabnya karena meskipun fakta dan bukti telah dibukukan melalui berbagai sumber yang ada, namun saya pun belum melihat fakta dan bukti tersebut secara langsung

Jadi ada baiknya saudara membaca kabar ini langsung dari sumbernya, karena artikel ini telah saya rangkum. Bahkan lebih baik lagi kalau saudara mencari lagi sumber-sumber dan referensi mengenai berita ini.

pet said...

minyak~

Admin said...

nice post thanks for support

Xpresi4share N Software Pro said...

ijin baca dan nyimak sob

Rouen said...

Ur welcome ma friend :)

Rouen said...

monggo, anggap rumah sendiri :)

Unknown said...

harus diakui, bangsa kita sangat ketergantungan dengan BBM..

Rouen said...

Sangat disayangkan bahwa sebagian besar perusahaan minyak di Indonesia dimiliki oleh perusahaan asing

O-cez said...

Thanks for sharing sob, ane jadi tahu nih ;)

Rouen said...

Urwel sob :)

Rudi said...

Good morning friend

Rouen said...

morning too :D

kalo say hi di buku tamu ya sob :)

Indo Galau said...

~Minyak~~Minyak~ Sapa yang mau beli minyakkkkk.. hehe..

Rouen said...

gopek'an mau bang

Fungicides said...

Nice share, happy blogging

Rouen said...

thanks, happy blogging for you too :)

Bocah Ningrat said...

wahh.. jadi ga takut kehabisan minyak nihhh..!

Rouen said...

Ya ga juga sih bro,kan sebagian besar perusahaan minyak di negeri kita dikelola oleh perusahaan asing, bisa aja mereka rekayasa kelangkaan minyak ntar

sri erlita said...

wah gila'
jadi slama ini cuman rekayasa ya kalo minyak bumi dari fosil

Mr. Lee said...

Ck ... ck ... ck ...
Baru tau Ane ... tp kalo menurut logika memang bener jg
soalnya dari dulu kbre cadangan minyak dunia mau habis
eh ... selang berapa lama "Ada lg minyaknya" ....
Bener-bener postingan yang bermutu ....
Gan ijin ane print sekalian dibagi-bagi buat pengetahuan
Tengkiu ... Tengkiu ...

Putra Wahyu said...

yoi silahkan sob

Didit Putra K said...

Ilmu pengetahuan terus berkembang.. Tidak baik kalau kita langsung men judge bahwa tulisan ini berupa hasil akhir. Sebagai orang ilmiah diperlukan bukti data yang kualitatif dan kuantitatif. Saya juga tidak menyalahkan terhadap tulisan ini. Karena ilmu pengetahuan terus berkembang. Hanya ilmu agama Allah yang sifatnya kekal dan absolut.

Salam,
Didit

Putra Wahyu said...

nah ini ane setuju banget, sebagai blogger saya cuma merangkum dan berbagi, soal kepercayaan tergantung pribadi masing2, dan soal kebenaran, cari referensi dan bukti yang valid

salam balik gan dari saya :)

Jefry said...

Asalnya saja sudah menimbulkan perdebatan ya,, saya berharap pemerintah kita lekas membuat alternativ lain sebagai pengganti minyak bumi, terlepas dari langka atau tidaknya minyak bumi itu sendiri agar kita tidak akan berkekurangan apapun dan selalu makmur sejahtera..

Anonymous said...

Sebarluaskan ya kawan2ku

Unknown said...

pantessan gk abis abis minyaknya he,,,
tenang jadinya.

Anonymous said...

hmmmmm...,ini bisa menjadi asumsi awal untuk meneliti. ayo anak anak bangsa, jangan cuma jadi budak bangsa lain, bangga digaji gede untuk mengekploitasi dan mengeksplorasi kekayaan bangsa sendiri....najis!

Zhoeragan Ageung said...

betul boss bisa, hanya derivasi saja. memang minyak bumi berasal dari minyak bumi berasal dari fosil sangat sukar untuk difahami dan dibuktikan seperti teori evolusi darwin, batu (pohon) fosil dan intan dari pemadatan karbon, sangat sulit untuk di buktikan walaupun pendekatan sintetisnya telah mulai dicoba sebagai pembuktian awal.
hembusan ini sama halnya dengan mengatakan kalau air dijadikan bahan bakar maka kita akan kesulitan air maka kita dipaksa tetap menggunakan bahan bakar minyak tambang,

Zhoeragan Ageung said...

betul boss bisa, hanya derivasi saja. memang minyak bumi berasal dari minyak bumi berasal dari fosil sangat sukar untuk difahami dan dibuktikan seperti teori evolusi darwin, batu (pohon) fosil dan intan dari pemadatan karbon, sangat sulit untuk di buktikan walaupun pendekatan sintetisnya telah mulai dicoba sebagai pembuktian awal.
hembusan ini sama halnya dengan mengatakan kalau air dijadikan bahan bakar maka kita akan kesulitan air maka kita dipaksa tetap menggunakan bahan bakar minyak tambang,

Zhoeragan Ageung said...

betul boss bisa, hanya derivasi saja. memang minyak bumi berasal dari minyak bumi berasal dari fosil sangat sukar untuk difahami dan dibuktikan seperti teori evolusi darwin, batu (pohon) fosil dan intan dari pemadatan karbon, sangat sulit untuk di buktikan walaupun pendekatan sintetisnya telah mulai dicoba sebagai pembuktian awal.
hembusan ini sama halnya dengan mengatakan kalau air dijadikan bahan bakar maka kita akan kesulitan air maka kita dipaksa tetap menggunakan bahan bakar minyak tambang,

masarul said...
This comment has been removed by the author.
the-witnest said...

ILMU adalah AMAL. Upaya SAINS untuk memahami ALAM bisa berubah SINS ditangan sumber MALA. Yang seharusnya gratis saja masih harus disaring DUIT apalagi minyak MENTAH. MINYAKitkan sickalie..

Unknown said...

gan, kok sumbernya ane klik munculnya page not found ? minta tolong benahi link ke sumbernya ya gan , ane pengen lihat lebih jelasnya di sumber :)

Alpian said...

mantap... tinggal nambahin aja referensi yang lain tntang in

emurdopo said...

yang ngajarin minyak bumi dari fossil itu bu guru SD..
katanya dari dinosaurus dan pohon2an..
Kalo pohon2an mah jadi batu bara..Kalo minuak bumi mostly dari plankton ... itu loh jasad renik yang bertebaran di laut.. jangan bayangin pplankton nya sponsbob yaa..
trus mereka itu mati dan mengendap di dasar laut.. nemplok ke sama endapan2 misim kemarau dari sungai2 purba menjadi batu lempung yang lengket... batu2 lempung hasil endpan itu lalu diendapi lagi jenis batuan lain pada musim hujan yang sifatnya lebih kasar..
Batu2 lempung tadi akhirnya memiliki TOC/ Total Organic Content yang tinggi... jika dia kena tekanan karena beban lapisan2 batuan di atasnya, maka akan expel dan minyak hasil perasan lari ke batu2an pasir atau gamping yang memiliki pori2 lebih banyak..

emurdopo said...

yang ngajarin minyak bumi dari fossil itu bu guru SD..
katanya dari dinosaurus dan pohon2an..
Kalo pohon2an mah jadi batu bara..Kalo minuak bumi mostly dari plankton ... itu loh jasad renik yang bertebaran di laut.. jangan bayangin pplankton nya sponsbob yaa..
trus mereka itu mati dan mengendap di dasar laut.. nemplok ke sama endapan2 misim kemarau dari sungai2 purba menjadi batu lempung yang lengket... batu2 lempung hasil endpan itu lalu diendapi lagi jenis batuan lain pada musim hujan yang sifatnya lebih kasar..
Batu2 lempung tadi akhirnya memiliki TOC/ Total Organic Content yang tinggi... jika dia kena tekanan karena beban lapisan2 batuan di atasnya, maka akan expel dan minyak hasil perasan lari ke batu2an pasir atau gamping yang memiliki pori2 lebih banyak..

Sys07 said...

bener bener
harus banyak yang tau ini
coba di publikasi lewat media
pasti kurikulum pembelajaran beda lagi
kalo bisa di pub ke media deh gannn!!!!

rini novianti said...

Terima kasih, artikel yang menarik~
Kunjungi : pls check this

Website Kami
Website Kami

Post a Comment

Rules:
~Jangan melakukan Spam
~Berkomentarlah tentang artikel yang sobat baca
~Mohon maaf kalau ditemukan spam, atau komentar OOT (Out of Topic), komentar terpaksa saya hapus

Note:
Jika anda memposting pertanyaan atau request, mungkin saya tidak dapat langsung menjawabnya. Untuk mendapat notifikasi ketika pertanyaan atau request anda dijawab, silahkan login ke akun google anda, lalu klik SUBSCRIBE BY EMAIL di bawah kotak komentar dan notifikasi akan dikirimkan ke email anda.